Ad Code

SRI DAN ANAKNYA

 PENASARAN KLICK DI SINI AJA 




(tahun). Bersamaan

dengan meninggalnya ayah Adi karena kecelakaan lalu lintas,

Ibu Adi mengambil keputusan untuk bekerja, karena alasan

untuk mempertahankan kehidupan keluarga dan membiayai

sekolah anak-anaknya. Sejak saat itu mereka tinggal hanya

berempat termasuk Sasma. "Nyonya sedang tidur Den.., di

kamar atas.. Kata nyonya, kalo Den Adi ada perlu bangunin

aja.." "Iya deh Bi.. nanti saya ke atas.." Adi membuka

sepatunya dan melangkah ke lantai atas rumahnya. Adi

berniat mengetuk pintu, tapi ia mengurungkan niatnya

karena dilihatnya bahwa pintu kamar ibunya tidak tertutup

dengan sempurna, sehingga masih terdapat celah yang

cukup besar untuk melihat keadaan di dalam kamar. Adi

mencoba

mengintip ke dalam kamar, dan terdiam sesaat karena

melihat ibunya sedang tertidur lelap dan roknya tersingkap

sampai ke perut. Terlihat ibunya mengenakan celana dalam

yang terbuat dari nylon, dan terlihat sangat menggairahkan.

Adi memang sudah biasa melihat pemandangan seperti ini,

bahkan ia sering melihat ibunya bila sedang ganti pakaian,

dan Sri memang tidak memperdulikan keberadaan anaknya

pada saat ia sedang dalam keadaan setengah telanjang. Sri

memang berumur kepala empat, tetapi ia sangat menjaga

kebugaran tubuhnya dengan selalu mengikuti latihan-latihan

aerobic di kantornya, jadi meskipun sudah berumur, Sri masih

memiliki tubuh yang indah dan sexy, itulah sebabnya Adi

mengagumi ibunya. Tetapi kali ini Adi merasakan ada

perasaan lain yang menjalar di seluruh tubuhnya, ia

membuka pintu dengan perlahan dan masuk dengan

mengendap- endap, dengan harapan bahwa kedatangannya

tidak diketahui oleh Sri. Mata Adi menatap nanar ke arah

selangkangan Sri, terlihat dengan jelas gundukan yang

menyembul lembut di balik bahan nylon putih, dan terlihat

samar-samar bulu-bulu hitam yang membuat Adi menelan

ludah. Adi mencoba ingin menyentuh paha mulus Sri, tapi

sejenak ia mengurungkan niatnya, dan ia sempat berpikir

akibat

perbuatan yang akan dilakukannya. Ia merasa takut kalau-

kalau nantinya Sri akan marah dan menghukum dirinya, dan

Adi berusaha menekan nafsunya dengan berkata dalam

hati bahwa apa yang dilakukannya adalah salah, karena Sri

adalah ibu kandungnya. Adi tetap berdiri di sebelah tempat

tidur dengan pandangan matanya tidak lepas dari tubuh Sri.

Entah setan apa yang mempengaruhinya, Adi mengulurkan

tangannya dan mulai mengelus-elus paha Sri. Pada saat

elusan tangan Adi hampir sampai ke pangkal paha ternyata

Sri terbangun dan lagnsung menarik diri mengambil posisi

duduk di atas kasur sambil membereskan pakaiannya. Adi

terperanjat dan ketakutan setengah mati, tapi apa mau

dikata, semuanya telah terjadi, Adi terdiam

menunggu apapun yang akan terjadi selanjutnya. "Kamu

sudah pulang sekolah..? Mama pikir siapa..," Sri menegur Adi

dengan nada yang sama sekali tidak terlihat marah.

Mendengar nada bicara ibunya, Adi yakin bahwa ibunya tidak

marah kepadanya, Adi hanya mengangguk menjawab

pertanyaan ibunya. "Kamu sudah makan..?" tanya Sri. "Belon

nih Ma.. Tapi Adi sudah jajan Mie Ayam disekolahan, jadi

masih kenyang..," jawab Adi sambil mengambil posisi duduk di

pinggiran tempat tidur. Adi duduk sambil memandang ke

arah dada Sri yang memang tidak memakai bra. Sri

menyadari bahwa anak sebaya Adi memang sedang

terobsesi dengan lawan jenis. Dengan tersenyum dan

mengusap pipi Adi, Sri berkata, "Kamu liat apa sih, ko sampe

bengong gitu..?" "Ah nggak Ma.." jawab Adi grogi. "Wajar ko,

kalo seusia kamu berbuat seperti itu, tapi

jangan ke Mama, soalnya Mama kan ibu kamu.." "Adi kan

cuma liat Ma.." "Apa yang kamu liat..? Waktu kecil kamu

minum susu dari sini." kata Sri sambil memegang tete

sebelah kiri dengan tangan kanannya. "Kalo sekarang

susunya masih ada nggak Ma..?" Adi bertanya dengan lugu

dan manjanya. "Ya.. enggak lah.." "Boleh nggak Adi cobain

nyusu lagi..? Kan Adi udah lupa rasanya.." "Ih.. kamu ini apa sih,

udah gede ko masih kolokan.." "Ya Mama.. sebentar.. ajaa.. Ya

Ma.. Yaa..?" Sri berpikir sejenak sebelum memberi

keputusan, Sri memang berpikir bahwa permintaan Adi

menyalahi aturan, tapi ia tidak ingin mengecewakan Adi, toh

tidak ada salahnya kalau cuma sebentar pikir Sri. Sri lalu

mengangguk tanda setuju dan membuka bagian atas

dasternya, dan mengeluarkan payudaranya sambil berkata,

"Tapi kamu janji cuman sebentar yaa.." Adi tersenyum dan

mendekatkan mulutnya ke arah puting susu Sri. Saat mulut

Adi mengulum, Sri merasakan seluruh tubuhnya bagai

tersengat aliran listrik, karena memang sudah empat tahun

ia tidak

merasakan bagian-bagian sensitif di tubuhnya disentuh oleh

laki- laki. Adi bukan cuma mengulum, tetapi juga memainkan

lidahnya di sekitar puting susu Sri, Sri menikmatinya untuk

sesaat dan dia berusaha mendorong Adi yang mulai

keasikan. Adi menahan dorongan Sri dan tetap pada posisi

mengulum puting Sri. "Adi..

cukup sayang.., udahan yaa..!" Adi tidak menjawab dan tetap

pada aksinya, malah Adi memberanikan diri menambah

aksinya dengan mengelus paha ibunya. Sri mendorong Adi

dengan sekuat tenaga sampai Adi terjatuh ke lantai. Sri

membalikkan badan dan tidur telungkup sambil

membenamkan wajahnya ke bantal. Adi berdiri dan berjalan

ke arah lain sisi tempat tidur, dan duduk di tepian tempat

tidur. Kini posisi Adi dan Sri saling membelakangi. Adi

berusaha memecahkan keheningan di dalam kamar itu

dengan bertanya,

"Mama marah sama Adi Ya..? Maafin Adi ya Maa.. Adi janji

nggak lagi-lagi deh Ma.." "Mama nggak marah ko Di.. Mama

cuma inget sama Papa, dan Mama takut.. keterusan, lagipula

apa yang kita lakukan tadi tidak dibenarkan." Adi lalu naik ke

tempat tidur dan berbaring di sebelah Sri yang masih

membelakanginya, lalu Adi memeluk Sri dari belakang sambil

mencium pipi Sri. "Adi sayang sama Mama dan nggak mau

Mama sedih karena inget sama Papa," sambil berkata Adi

nekat mencium bagian belakang telinga Sri dan tangannya

mengelus buah pantat Sri. Kembali Sri terasa distrum dan

membiarkan tangan Adi yang meremas dan

mengelus buah pantatnya. Tanpa sepengetahuan ibunya

yang memang menghadap membelakangi Adi, Adi membuka

resleuting celananya dan mencopot celananya sampai

tinggal hanya celana dalam yang tersisa. Adi kemudian

menyilangkan tangannya ke depan dan meremas payudara

Sri, sementara itu Adi menempelkan barangnya yang

tampak menyembul ke belahan pantat Sri yang masih

terbungkus CD. Sesaat kemudian Adi membalikkan tubuh Sri

hingga telentang dan mengangkat daster Sri bagian bawah

sampai ke atas, dan Sri hanya diam dan mengikuti semua

gerakan Adi. Kini Sri hanya tinggal mengenakan CD, Adi

membuka pakaiannya dan keadaan Adi kini pun tinggal hanya

mengenakan CD. Adi menindih tubuh Sri dan

menempelkan barangnya yang masih terbungkus CD tepat

di atas barang Sri yang juga masih terbungkus CD. Adi

kembali mengulum puting susu Sri dan terus menjilat sampai

ke perut, dan pada akhirnya sampai ke bawah pusar Sri. Adi

menarik CD Sri ke bawah, dan Sri pun mengangkat

pantatnya sehingga memudahkan Adi dalam membuka CD

ibunya. Adi kembali menjilati perut Sri yang akhirnya ke paha

dan mulai ke bagian sekitar pangkal paha. Sri mendesah

karenanya, "Shhshh.. Ouhh Adi.. Jilatin barang Mama sayang..

ouh..!" Adi terus menjilat, dan akhirnya Adi menjilati kemaluan

Sri, "Adi.. enak sekali sayang.. oohh.." Adi terus menjilati

dengan semangat, dan akhirnya Sri sampai pada puncaknya.

"Adi.. Mama keluar.. sayaang..!" Ternyata baik Sri maupun Adi

sudah dirasuki nafsu yang sangat mendalam, Sri menarik

tangan Adi pertanda ia ingin merubah posisi. Ia membiarkan

Adi berbaring, sementara ia duduk bersimpuh di tempat tidur

dan menarik CD Adi sampai terbuka. Lalu Sri mengulum

kepala kemaluan Adi. "Ma.. enak Ma.. teruss Ma.. ouuhh.."

Mendengar Adi mendesah sedemikian rupa, nafsu Sri kembali

bangkit dan dia mengambil posisi menduduki barang Adi dan

menuntunnya masuk ke dalam vaginanya. "Oooh.. Adi..

kenapa nggak dari dulu sayaang.. Mama kangen.. sekali pingin

ngerasain seperti ini.." "Iya Ma.. ouhh.. enak Ma.. sshhsshh.."

Ternyata karena sudah lama tidak bersetubuh, Sri sangat

terobsesi dengan keadaan dimana ia dan Adi sedang

menikmati permaianan sex, sehingga ia tidak dapat

mempertahankan perasaannya dan sangat mudah sekali

mencapai orgasme. "Adii.. mama keluar lagi Adi..oouuhhgg.."

Adi mengambil inisiatif untuk merubah posisi, ia membalikkan

tubuh ibunya, dan kini posisi Adi ada di atas tubuh ibunya. Adi

mengocok keluar masuk kemaluannya dengan sangat penuh

perasaan karena ia tidak ingin menyakiti ibunya. Karena

kelembutan yang diberikan Adi, Sri kembali terangsang dan

menggoyangkan pantatnya. "Sshhss.. Adii.. kamu kuat sekali..

persis seperti Papamu.. ouuhhgg.. terus sayang.. shhgg..!" Adi

melepaskan kemaluanya, dan menarik tangan Sri untuk

mengambil posisi menungging. Sri mengikutinya, kini mereka

dalam posisi doggy style. Adi memasukkan kembali

kemaluannya dan memompanya maju mundur. Sambil

menggoyangkan maju mundur, Adi memasukkan ibu jari

kanannya ke mulut, dan membasahkannya dengan ludah.

Setelah basah, Adi memasukkan ibu jarinya ke dubur Sri.

"Adi.. auw.. ngapain kamu.. ouhhgg.." "Tapi enak kan Ma.. shh.."

"Iya sayang.. ouughh..!" Adi membenamkan semua ibu jarinya

ke dubur Sri, Sri menggelinjang keenakan, semua lubang yang

ada di selangkangannya sekarang terisi. Ia merasakan

disetubuhi oleh dua orang. "Adii.. ough.. Adi.. Mama mo keluar

lagi sayang.." "Kita bareng ya Ma.., Adi juga mau sampe..

oouughh..! Adi keluar Maa.." Sri menggoyangkan pantatnya

dengan cepat, dan terasa ada cairan hangat yang

menyembur di dalam tubuhnya. "Mama keluar juga sayang..

" Dan akhirnya mereka berdua terkulai lemas, Adi mencium

kening Sri dan berkata, "Adi sayaang deh sama Mama.." Sri

hanya tersenyum karena masih terbayang kenikmatan yang

baru saja ia rasakan. "Boleh nggak kalo kapan-kapan kita

begini lagi..?" tanya Adi sambil memelas. Sri mengangguk dan

berkata, "Boleh sayang.. kapan pun kamu mau, kamu tinggal

bilang, tapi janji jangan sampai orang lain tau." Demikianlah

semenjak kejadian itu Adi dan Sri sering melakukannya

setiap ada kesempatan. Nantikan cerita selanjutnya yang

pasti akan lebih seru, karena Surti kakak Adi dan

pembantunya Sasma turut ikut serta dalam skandal dalam

keluarga itu, dan juga suami Surti kelak.

Post a Comment

0 Comments